vissaventure.com

Jangan Bertengkar di Depan Anak! Berikut Dampak Pertengkaran Orang Tua terhadap Psikologis Anak - News

Ilustrasi orang tua yang bertengkar (Yan Krukau via pexel.com)


 - Bagi beberapa anak, tak jarang mereka harus hidup dan menghadapi pertengkaran orang tua bak makanan sehari-hari.

Pertengkaran orang tua yang terus terjadi membuat anak-anak menjadi tidak nyaman di rumah dan hal ini juga berdampak terhadap psikologis anak.

Pertengkaran orang tua dapat menyebabkan hubungan orang tua dan anak berjarak, keluarga jarang berkumpul dan beraktivitas bersama sehingga tidak adanya kedekatan secara emosional.

Keluarga memiliki peran penting dalam menjaga perkembangan anak, di antaranya mengajarkan anak tentang bagaimana berinteraksi dengan baik di masyarakat.

Ada faktor-faktor umum dalam situasi keluarga yang dapat memberi pengaruh positif atau pengaruh negatif terhadap perkembangan psikis seorang individu, salah satunya adalah faktor kebutuhan keluarga.

Keadaan keluarga sangat mempengaruhi keadaan psikis anak. Keadaan keluarga yang tidak utuh dapat mengakibatkan gangguan psikologis bagi anak-anak, karena kurangnya mendapat kasih sayang yang seharusnya mereka peroleh.

Baca Juga: Tantrum pada Anak, Ini Cara yang Perlu Dilakukan oleh Orang Tua

Akibatnya, anak akan mengalami gangguan emosional atau neurotik, seperti mengisolasi diri dari teman-temannya, merasa kesepian karena merasa tidak diperhatikan, merasa tidak percaya diri, mereka kurang membangun interaksi sosial dengan orang lain.

Anak-anak membutuhkan kasih sayang, perhatian dan rasa aman untuk berlindung pada orang tua demi perkembangannya.

Namun, saat anak melihat orang tua bertengkar di depan matanya hal itu sudah pasti mempengaruhi mental anak dan anak akan merasa terancam serta dipenuhi rasa takut.

Pertengkaran orang tua yang berujung pada perceraian sehingga anak menjadi broken home juga berdampak besar pada anak.

Kasih sayang yang seharusnya di dapatkan dari kedua orang tua dan perasaan harmonis serta rasa aman itu justru hilang dan terpisah-pisah.

Baca Juga: Anak Mudah Marah dan Berkata Kasar? Kenali Penyebabnya

Anak korban broken home biasanya akan mengalami masalah yang sama yaitu depresi mental, sehingga anak-anak korban broken home ini berbeda dari anak-anak normal pada umumnya.

Anak-anak korban broken home jiwanya tidak stabil karena terbebani masalah, jiwanya seperti mau berontak, suka melawan, mempunyai sikap menentang, banyak melanggar aturan dan tidak suka dikekang.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat