vissaventure.com

Pendidikan Tak Gratis, Beasiswa Salah Sasaran - News

Pendidikan Tak Gratis, Beasiswa Salah Sasaran

Beasiswa Bidikmisi seringkali menjadi beasiswa salah sasaran dan topik hangat dalam dunia perkuliahan.

Diketahui bahwa Bidikmisi menjadi beasiswa untuk Mahasiswa yang kurang mampu.

Penerima Beasiswa Bidikmisi diberbagai perguruan tinggi seringkali terjadi salah sasaran seperti sebagian besar dari penerima Bidikmisi yang gaya hidupnya tercukupi atau Hedon. 
 
Mahasiswa yang termasuk kedalam kategori 
 
 
kelas menengah merasa sangat dirugikan atas beasiswa salah sasaran tersebut.
 
Karena mereka yang sebetulnya tidak mampu untuk membiayai pendidikan malah justru mereka tidak mendapatkan hak Beasiswanya kalah dengan mereka yang mampu dan orang tuanya memiliki privilage.
 
Sebagian dari mahasiswa yang mendapatkan hak Beasiswa Bidikmisi seringkali menggunakan uang nya bukan untuk kepentingan pendidikan nya, melainkan untuk berfoya-foya seperti ganti-ganti smartphone, outfit dan lain sebagainya.
 
 
"Iya merasa dirugikan karena sebetulnya orang tua saya pun bukan PNS atau pekerja yang punya gaji yang besar, ibu saya IRT jualan dirumah dan bapak saya wiraswasta" kata salah satu dari mahasiswa di Jakarta, Jumat, (10/06/2024).
 
Hal tersebut menjadi pemicu munculnya kecemburuan sosial dari mereka yang kurang mampu tetapi tidak mendapatkan hak Beasiswa Bidikmisi. 
 
Hal ini tentu harus ditanyakan kepada pihak pemberi yang biasanya ada pada Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). 
 
 
Meski beasiswa Bidikmisi ini menerapkan bahwasanya yang menerima beasiswa ini adalah mereka yang kurang mampu namun memiliki prestasi.
 
Bukan semata mata mereka diberikan uang atau hak nya begitu saja tanpa adanya peraturan terkait penerimaan beasiswa tersebut. 
 
Namun memang begitulah faktanya, bahwa banyak dari mereka yang sebetulnya mampu untuk membiayai pendidikan mereka.
 
Mereka melegalkan dokumen-dokumen yang dijadikan sebagai persyaratan diterimanya sebagai penerima Beasiswa Bidikmisi. 
 
Mereka tidak punya rasa malu atas apa yang mereka lakukan.
 
Mereka hanya mau yang gratisan tanpa melihat sekeliling mereka yang masih ada dibawah mereka (kurang mampu dalam hal pendidikan).
 
Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki 14 kriteria miskin di Indonesia dan Untuk mengetahui mahasiswa kurang mampu salah satunya dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan setempat.
 
Namun seringkali surat ini hanya sebagai formalitas saja dan pemerintah hanya asal-asalan langsung menerbitkan surat tersebut kepada warga tanpa melihat latar belakang dan status pendidikan nya seperti apa. 
 
Pemerintah dalam melakukan survei kondisi rumah atau latar belakang warga juga dirasa belum maksimal.
 
Sehingga banyak dari mereka yang kehilangan gak Beasiswa Bidikmisi saat kuliah.***
 
Penulis: Alvioni Salsabila Pramardini

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat