vissaventure.com

Malu Tampil di Depan Umum: Ini dia, Tips Jago Public Speaking! - News

Malu Tampil di Depan Umum: Ini dia, Tips Jago Public Speaking! (Glints )


 - Dalam melakukan sesuatu harus didasarkan pada public speaking yang baik. Ketika kita mulai terbiasa akan hal itu maka kita akan jago untuk public speaking.
 
Berbicara di depan umum memanglah tidak mudah untuk dilakukan. Apalagi jika belum terbiasa melakukannya. Berbicara di depan banyak orang atau melakukan public speaking merupakan salah satu seni yang berupa menyampaikan sesuatu ide ataupun informasi yang dimiliki. 
 
Dalam public speaking, seringkali yang menjadi kendala adalah ketika ingin berbicara pasti merasa takut, merasa gugup, keringat dingin, mati kata, dan juga ketakutan-ketakutan yang lainnya.
 
Padahal, dalam melakukan public speaking tidak semenyeramkan saat dibayangkan. Mungkin bagi sebagian pemula memang susah, karena public speaking sendiri butuh yang namanya latihan, kebiasaan dan juga konsistensi.
 
Jadi tidak serta merta langsung bisa jago public speaking. Semua butuh proses dan belajar lebih giat. Keterampilan kita dalam menyampaikan sesuatu kepada orang lain merupakan salah satu hal penting. Apabila kita bisa menyampaikan dengan tutur kata atau bahasa yang sopan dan baik, maka akan jauh lebih mudah dipahami. 
 
Dari public speaking dapat memberikan sebuah manfaat bagi yang mendengarkannya. Dengan public speaking, dapat memberikan inspirasi dan memotivasi orang lain untuk bisa saling mempengaruhi. Misalnya, ketika kita bekerja sebagai digital marketing atau sales disalah satu perusahaan, maka tugas yang paling penting dan utama yaitu ada pada komunikasi atau public speaking
 
 
Public speaking bukan hanya dapat mempengaruhi orang lain, melainkan juga dapat meyakinkan para klien atau rekan kerja kita. Karena pondasi dari public speaking itu ada pada "komunikasi".
 
Apa sih komunikasi itu?
 
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau informasi dari satu pihak kepada pihak lainnya dengan baik agar dapat diterima dan mendapatkan respon yang baik juga.
 
Dalam public speaking terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan seperti gaya bicara, pilihan kata, dan kalimat tertentu. Contohnya ketika dalam bidang profesional, maka kita akan melakukannya dengan bahasa yang formal, suara yang bulat, postur tubuh berdiri tegap, dimulai dengan salam pembuka dan dengan nada yang agak tinggi agar bersemangat.
 
Namun demikian, hal tersebut sebetulnya bukanlah menjadi hal yang concern untuk dilakukan. Karena hal tersebut itu bukan untuk membangun skill atau kemampuan anda dalam public speaking, melainkan lebih membangun kemampuan bicara dengan gaya tertentu sesuai yang diajarkan.
 
Tapi, apakah hal itu merugikan kita? 
 
Tentu tidak, karena hal itu juga termasuk kedalam dasar-dasar ketika kita berbicara didepan umum. Dan semua orang melakukan public speaking dengan cara yang berbeda-beda dari mulai gaya, tata bahasa, dan lain sebagainya.
 
Yang paling mendasar untuk dipahami dalam public speaking adalah 
- komunikasi efektif yang artinya penyampaian pesan dari pihak satu ke pihak yang lain. Dalam hal ini akan dianggap efektif apabila tujuan pesan penyampaian pesannya itu tercapai bukan penyampaian pesannya itu tersampaikan.
 
Itu adalah dua hal yang berbeda. Kenapa? Apa bedanya?
 
Ada salah satu kutipan dari George Bernard Shaw, ia menyampaikan bahwa "Satu masalah terbesar dalam komunikasi adalah ilusi bahwa komunikasi itu sudah terjadi". Jadi, terkadang orang seringkali berpikir bahwa ketika pesannya sudah disampaikan, maka proses komunikasi tersebut sudah terjadi. Yang padahal dalam hal ini pesan tersampaikan itu bukan berarti pesannya dipahami dan ketika pesan dipahami, bukan berarti dipahami dengan benar. Serta ketika pesan dipahami dengan benar, maka bukan berarti tujuan penyampaian pesan nya sudah tercapai. 
 
 
Nah, bagaimana sih caranya untuk bisa membangun komunikasi yah efektif?
 
Untuk bisa tercapainya suatu komunikasi efektif itu setidaknya ada tiga langkah yang dilakukan yaitu pesan kita harus tersampaikan, pesan kita harus dipahami dengan benar, dan tujuan dari penyampaian pesannya itu tercapai. 
 
Untuk bisa sukses mencapai itu semua, harus dibarengi dengan yang namanya, pertama yaitu kemapuan bernalar atau berlogika, yang artinya adalah ketika kita berbicara kita diperlukan untuk bia nyambung antara strategi komunikasi dengan tujuan yang ingin dicapai dari proses komunikasi tersebut. Jadi harus ada tahapan-tahapan yang jelas dan disesuaikan dengan kebutuhan si audience
 
Kedua adalah kemampuan berempati, yang dimana kita harus bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, memahami sudut pandang orang lain dengan akurat dan membantu menambah kebahagiaan atau penderitaan orang lain.
 
Ketika kita memahami orang lain itu seperti apa, bagaimana cara dia berpikir dan lain sebagainya. Sehingga ketika itu semua sudah dilakukan dengan baik maka kita akan lebih mudah untuk melakukan komunikasi yang tepat. Jadi dalam hal ini kita bisa menjaga kata-kata agar tidak menggangu dan menyakiti orang lain.
 
Kemudian yang terakhir adalah kemampuan berbahasa. Dari kemampuan berbahasa ini, minimal harus menguasai tiga bahasa diantaranya yaitu bahasa numerasi yang artinya adalah bahasa seperti angka, rasio, persentase dan lain sebagainya. Kemudian, bahasa Indonesia, yang mana dalam hal ini bukan berarti ketika kita berbicara harus full bahasa Indonesia atau dengan bahasa yang formal. Tetapi, dalam hal ini berarti kita harus paham kapan kita harus formal, kapan kita harus santai dan lain sebagainya. Selain daripada itu, kita juga harus menguasai bahasa inggris. Bahasa inggris merupakan bahasa pengantar yang paling sering digunakan. Ketika hal ini bisa dilakukan, kita bisa memperluas jangkauan audience kita. Dari kita bisa berbahasa inggris dengan baik maka kesempatan kita untuk melakukan apapun itu akan terbuka lebar, apalagi di era sekarang ini banyak perusahaan yang membutuhkan karyawan yang bisa berbahasa Inggris. 
 
Dan sekarang ini juga sudah banyak platform untuk kita yang belum bisa berbahasa inggris ingin belajar bahasa inggris. Jadi jangan takut untuk mencoba, karena telat tetap menjadi yang lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali. ***


-Alvioni Salsabilla Pramardini

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat