vissaventure.com

Apa Hukum Berhubungan Badan di Malam 1 Muharram? Begini Penjelasannya! - News

ilustrasi pasangan suami istri  (unsplash.com)

- Melakukan hubungan suami istri bukanlah dosa asalkan dilakukan dengan cara yang baik. Namun, apakah diperbolehkan berhubungan intim pada malam pertama bulan Muharram?
 
Pertanyaan ini sering membuat khawatir banyak pasangan muslim. Pasalnya, ada beberapa penjelasan tentang hukum berhubungan badan pada malam pertama bulan Muharram.
 
Biar tidak bingung lagi, simak penjelasannya di bawah ini. Malam 1 Muharram adalah tahun baru dalam Islam. Malam ini juga dikenal sebagai malam 1 suro dalam sistem penanggalan Jawa.
 
 
Maka tahun ini, tanggal 1 Muharram jatuh pada tanggal 19 Juli 2023. Dalam Islam, malam tanggal 1 Muharram dianggap sebagai malam yang mulia dan istimewa.
 
Banyak peristiwa berkah yang terjadi di bulan Muharram seperti diterimanya taubat Nabi Adam AS setelah diturunkan dari surga dan penyelamatan Nabi Ibrahim AS dari kobaran api Raja Namrud. 
 
Umat Islam dianjurkan untuk melakukan amalan mulia pada malam 1 Muharram. Bagaimana jika pria dan wanita berhubungan badan malam itu?
 
Apa hukumnya berhubungan badan pada malam 1 Muharram? Yuk kita simak jawabannya dalam penjelasan berikut ini!.
 
Ada perbedaan pendapat tentang hukum senggama pada malam 1 Muharram. Ada ulama yang membolehkan, namun ada juga ulama yang mengatakan bahwa kontak fisik itu makruh. 
 
Dilansir NU Online, hukum hubungan badan ini dijelaskan dalam Qurrotul ‘Uyun, Fathul Izar, dan dalam kitab Ihya’:
 
وَيَكْرَهُ لَهُ الجِمَاعُ فِي ثَلَاثِ ليَالٍ مِنَ الشَّهْرِ الأَوَّلِ وَالْأخِرِ وَالنِّصْفِ يُقَالُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ الْجِمَاعَ فِي هذِهِ الليَالِي ويُقَالُ إِنَّ الشَّيَاطِيْنَ يُجَامِعُوْنَ فِيْهَا
 
"Makruh bagi seseorang berhubungan badan di tiga malam tiap bulannya yaitu awal bulan, pertengahan bulan, dan akhir bulan’, dikatakan bahwa setan hadir jimak pada malam-malam ini dan dikatakan bahwa setan-setan itu berjimak di malam-malam tersebut."(Ittihaf Sadat al-Muttaqin Syarh Ihya ‘Ulumiddin, Juz. 6 h. 175).
 
Sementara itu, Ibnu Hajar dalam kitab Tuhfatul Muhtaj mengatakan:
 
قِيلَ يَحْسُنُ تَرْكُهُ لَيْلَةَ أَوَّل الشَّهْرِ وَوَسَطِهِ وَآخِرِهِ لِمَا قِيلَ إنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُهُ فِيهِنَّ وَيُرَدُّ بِأَنَّ ذَلِكَ لَمْ يَثْبُتْ فِيهِ شَيْءٌ وَبِفَرْضِهِ الذِّكْرُ الْوَارِدُ يَمْنَعُهُ
 
"Dikatakan bahwa bagus jika meninggalkan berhubungan badan pada malam awal bulan, pertengahan, dan akhir bulan, dengan disebutkan bahwa setan itu datang pada malam-malam tersebut. Namun ungkapan ini ditolak dengan sebab tidak adanya dalil yang tsabit sedikit pun, dan kewajiban membaca doa sebelum berhubungan badan itu akan dapat mencegah keburukan setan." (Tuhfatul Muhtaj, Juz 3h. 187).
 
Menurut Ibnu Hajar, persetubuhan pada malam 1 Muharram adalah makruh. Penjelasannya sama seperti dalam kitab Ihya'. Muslim tidak diperbolehkan melakukan hubungan seksual di malam awal, pertengahan dan akhir bulan. Mengapa? Setan datang ke tiga waktu ini. Hukumnya masih sebatas Makruh dan tidak haram. Namun ada pendapat lain yang membolehkan berhubungan seksual pada malam 1 Muharram.
 
Menurut pendapat pertama, hubungan seksual tetap diperbolehkan pada malam 1 Muharram. Namun jangan lupa membaca doa sebelum berhubungan badan.
 
Pendapat lain mengatakan bahwa hubungan intim adalah makruh pada malam pertama bulan Muharram. Yang terbaik adalah tidak berhubungan seks malam itu. Prioritaskan dengan amalan-amalan lain seperti:
 
• Sholat
 
• Berpuasa 
 
• Bersedekah
 
• Baca Surat Al-Ikhlas 1000 kali
 
Meski tidak dilarang, anda dan pasangan dianjurkan untuk melakukan amalan lain, seperti shalat pada malam tersebut. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!.***
 
 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat