vissaventure.com

Strict Parent dan Dampaknya bagi Anak - News

pola asuh strict parent berdampak pada anak saat dewasa kelak (https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ517wFBqqRfxnim9jPE65DhHu38A9kWbrgOQ&s)

 - Strict parent adalah sebuah istilah yang berkaitan dengan pola asuh orang tua kepada anaknya.

Strict parents yakni tindakan orang tua yang sering kali menuntut dan menaruh ekspektasi tinggi kepada anaknya.

Orang tua yang memiliki perilaku strict parents biasanya akan cenderung melakukan pengawasan secara ketat terhadap aktivitas anaknya.

Selain itu, orang tua strict parent juga membatasi anak untuk melakukan beberapa hal yang menurut orang lain dianggap biasa, seperti nongkrong atau keluar rumah sendiri.

Orang tua yang strict parent biasanya akan menerapkan pola hidup yang keras kepada anaknya dan mungkin juga menghukum anaknya jika melanggar aturan-aturan yang diterapkan oleh orang tua.

Baca Juga: Ini Dia Ciri-Ciri Toxic Parent, Apakah Kamu Juga Termasuk?

Dampak Negatif Penerapan Strict Parents pada Anak

meskipun orang tua yang strict parent menganggap apa mereka lakukan adalah demi kebaikan si anak, akan tetapi siapa sangka jika penerapan strict parents sendiri dapat memberikan dampak negatif bagi anak.

Dengan pola asuh yang cenderung sangat ketat dan menuntut anak untuk dapat memenuhi harapan orang tua, gaya parenting strict parents ini dikatakan dapat menimbulkan dampak psikologis bagi anak di antaranya sebagai berikut.

  1. Anak cenderung bersikap sangat patuh ataupun memberontak

Pada anak yang memiliki orang tua dengan penerapan pola asuh strict parents, biasanya mereka akan cenderung bersikap sangat patuh dan takut melakukan kesalahan.

Dan bahkan bisa saja sebaliknya, mereka juga bisa saja memberontak dan melanggar aturan ketat yang diberlakukan oleh orang tua mereka.

  1. Memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah

Dampak negatif lain dari penerapan strict parents yang perlu diwaspadai oleh orang tua, yakni akan menjadikan anak cenderung memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah.

Hal ini wajar terjadi, dikarenakan anak akan merasa jika mereka tidak pernah diberikan kesempatan untuk mengambil keputusan ataupun hal – hal yang mereka sukai.

 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat