vissaventure.com

Kejagung Tetapkan Keenam Orang Tersangka Kasus Korupsi 109 Ton Emas Antam - News

 Kejagung Tetapkan Keenam Orang Tersangka Kasus Korupsi 109 Ton Emas Antam

- Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengelolaan komoditas emas sebanyak 109 ton oleh PT Antam tahun 2010-2021.

Keenam tersangka kasus korupsi pengelolaan komoditas emas sebanyak 109 ton yang telah ditetapkan oleh Kejagung merupakan mantan General Manager (GM) Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM) PT Antam Tbk yang menjabat pada kurun waktu tahun 2010-2021.

Berikut daftar keenam tersangka kasus korupsi pengelolaan komoditas emas sebanyak 109 ton yang telah ditetapkan oleh Kejagung :

Baca Juga: Pemotongan Gaji Karyawan di Indonesia untuk Simpanan Tabungan Perumahan Rakyat

  1. TK yang menjabat pada periode 2010-2011
  2. HN pada periode 2011-2013
  3. DM pada periode 2013-2017
  4. AH pada periode 2017-2019
  5. MAA pada periode 2019-2021
  6. ID pada periode 2021-2022.

Keenam tersangka tersebut diduga telah melakukan aktivitas ilegal dalam pengelolaan komoditas emas.

Mereka melakukan kegiatan peleburan, pemurnian, dan pencetakan logam mulia yang tidak sesuai dengan ketentuan dan aturan PT Antam.

Baca Juga: Sering Mengalami Burn Out? Berikut Beberapa Cara Mengatasinya

Keenam orang tersangka tersebut diduga telah memberikan kerugian yang sangat besar bagi negara.

Mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kejaksaan Agung telah melakukan pengawasan terhadap kegiatan ilegal tersebut.

Baca Juga: MCD Indonesia Menghadapi Tindakan Boikot: Dukungan Terhadap Israel dan Reaksi Masyarakat

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung Kuntadi mengatakan bahwa tim penyidik telah mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti yang telah menunjukkan bahwa keenam tersangka tersebut telah melakukan aktivitas ilegal.***

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat