vissaventure.com

Perjalanan Manis Abah Dindin, Pemerhati Lingkungan yang Berhasil Raih Penghargaan Kalpataru KLHK Di Tahun 2024 - News

Penghargaan Kalpataru untuk sosok inspiratif

-Pendiri Yayasan Kreatif Usaha Mandiri Alami (Yayasan Kumala) Abah Dindin mendapatkan penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK)dalam peringatan hari lingkungan hidup sedunia di Gedung Manggala Wanabakti KLHK Jakarta.

Kalpataru merupakan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup di Indonesia, setiap tahunnya diberikan kepada individu dan kelompok yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam pelestarian lingkungan.

Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol apresiasi, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya peran kita dalam menghadapi Triple Planetary Crisis, yang meliputi perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi.

Abah Dindin yang memiliki nama lengkap Dindin Komarudin merupakan salah satu sosok inspiratif. Yayasan yang didirikan tidak hanya fokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. 

Berbagai pelatihan, seminar, dan kampanye kesadaran lingkungan diadakan untuk menumbuhkan budaya hidup ramah lingkungan di tengah masyarakat. Salah satu program unggulan yayasan ini adalah pengolahan sampah organik menjadi kompos yang bisa digunakan untuk pertanian lokal, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Upaya Abah Dindin ini secara langsung menanggapi Triple Planetary Crisis. Pengelolaan sampah dan pengolahan kompos membantu mengurangi polusi dan emisi gas rumah kaca (GRK), berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim. Selain itu, pendidikan lingkungan yang dilakukan yayasan membantu meningkatkan kesadaran akan keanekaragaman hayati dan pentingnya menjaga ekosistem lokal.

Selain itu, Abah Dindin juga memiliki peran sebagai Advisor di Cipta Nusa Cendikia (CNC) Foundation, sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang riset keberlanjutan sosial dan pendampingan Corporate Social Responsibility. Dalam perannya ini, Abah Dindin memberikan arahan strategis dan berbagi pengalamannya dalam mengelola proyek-proyek pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Dedikasi dan kerja keras Abah Dindin selama bertahun-tahun membuahkan hasil yang membanggakan. Pada tahun 2021, Yayasan Kumala dinobatkan sebagai penerima Kalpataru kategori Pembina Lingkungan atas kontribusinya yang luar biasa dalam pelestarian lingkungan.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Abah Dindin dalam memperjuangkan kelestarian alam dan menginspirasi banyak orang untuk mengikuti jejaknya. Pada tahun 2024, Abah Dindin kembali mendapat perhatian khusus dalam acara penghargaan ini sebagai pembicara tamu, berbagi pengalamannya dalam mengelola yayasan dan menginspirasi generasi muda untuk aktif dalam pelestarian lingkungan.

Selain pengelolaan sampah, Abah Dindin memimpin proyek rehabilitasi sungai di daerahnya yang sebelumnya tercemar berat. Melalui kerja keras dan kolaborasi dengan masyarakat lokal, sungai tersebut kini menjadi lebih bersih dan berfungsi sebagai habitat bagi berbagai jenis ikan dan tumbuhan air. Proyek ini mendapat apresiasi luas dan menjadi model bagi inisiatif serupa di daerah lain. Upaya ini mendukung pemulihan ekosistem dan membantu memitigasi dampak perubahan iklim serta menjaga keanekaragaman hayati.

Kisah Abah Dindin Komarudin merupakan contoh nyata bahwa tekad dan kerja keras dapat membawa perubahan besar. Dedikasi dan semangatnya dalam menjaga lingkungan patut dicontoh dan menjadi inspirasi bagi kita semua untuk turut berkontribusi dalam pelestarian alam. Dalam kata-katanya saat acara penghargaan tahun 2024, Abah Dindin mengatakan, "Kita semua memiliki peran dalam menjaga bumi ini. Tidak perlu menunggu menjadi besar untuk memulai, cukup mulai dari hal kecil di sekitar kita.”

Dengan semangat yang membara, mari kita ambil bagian dalam menjaga lingkungan kita. Kisah inspiratif dari sosok seperti Abah Dindin mengingatkan kita bahwa perubahan dimulai dari satu langkah kecil dan dedikasi tanpa henti. Penghargaan Kalpataru bukan sekadar trofi, tetapi lambang perjuangan dan harapan bagi masa depan bumi yang lebih baik.***

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat