vissaventure.com

MPI Ungkap Penyebab Tingginya Angka Pengangguran di Bekasi, ada Oknum Perusahaan Hingga Pemerintah Bermain - News

Tenaga Kerja : Anwar Musyadad saat membahas tenaga kerja dan CSR di depan Ketua MPR-RI

-Ketua Umum LSM Masyarakat Peduli Investor (MPI) Doktor Anwar Musyadad menyoroti permasalahan tingginya angka pengangguran di Kabupaten Bekasi.

Meski hadir ribuan pabrik multinasional, masyarakat sekitar kawasan industri masih kesulitan untuk mencari kerja di wilayah industri terbesar di Asia Tenggara itu.

"Ini permainan semua oknum, di perusahaan level-level manajer, hingga pemerintah yang bermain. Mereka lebih memilih merekrut tenaga kerja dari luar,"kata Anwar Musyadad.

Pria yang berprofesi sebagai pengacara ini menilai oknum-oknum tersebut mengeruk keuntungan dari perekrutan tenaga kerja,"Makanya banyak yang memilih tenaga kerja dari luar,"kata dia.

Jika hal tersebut dapat diberantas diyakini, masyarakat Kabupaten Bekasi bisa berpeluang mendapatkan kerja di lingkungan perusahaan sekitar.

Kehadiran Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2016 misalnya, dinilai tumpul. Faktanya mayoritas perusahaan memperkerjakan lebih banyak tenaga kerja luar daerah.

"Sampai saat ini kita belum lihat ada perusahaan yang disanksi akibat tak mematuhi perda itu. Kalau perda itu dijalankan, pasti banyak yang melanggar,"tuturnya.

Satuan tugas (Satgas) tenaga kerja yang dibentuk Pemerintah Kabupaten juga dinilai tak bertaji. Dikatakan Anwar seharusnya satgas itu melibatkan unsur-unsur masyarakat di sekitar kawasan.

"Satgas harusnya melibatkan masyarakat, bukan hanya Apindo dan kadin. Itu kan memang mereka yang berkecimpung dikawasan, jadi tidak fair, tidak akan berjalan,"paparnya.

LSM MPI memastikan akan memperjuangkan hak-hak warga sekitar kawasan untuk kesempatan kerja hingga kesempatan usaha. Selama ini masyarakat kesulitan untuk berusaha di lingkungan perusahaan kawasan.

"Ini menjadi perhatian kami, dan akan kami terus perjuangkan. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merebut hak-hak kita warga sekitar perusahaan,"tegasnya.***

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat