vissaventure.com

Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemenaker Soroti Masalah COVID-19. Haiyani : K3 Menjadi Semakin Penting Dan Krusial - News

Dibutuhkan dialog sosial untuk menjadikan K3 sebagai budaya di tempat kerja (Pixabay.com)

- Beberapa dampak Covid-19 pada isu kemanusiaan, diantaranya penurunan kegiatan ekonomi, masalah kesehatan, dan covid-19 dapat meningkatkan kesenjangan.

Selain masalah terkait kemanusiaan, pengangguran dan dinamika ketenagakerjaan akibat pandemi COVID-19, potensi tenaga kerja yang belum mengetahui mengenai budaya K3 masih menjadi isu penting yang perlu dibenahi.

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus mendorong penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di setiap tempat kerja.

Melansir situs resmi Kementerian Ketenagakerjaan RI kemnaker.go.id pada hari ini 8 April 2022, perihal Penerapan K3 & Dialog Sosial di lingkungan kerja tidak akan dapat berjalan hanya dengan peran satu pihak saja.

Baca Juga: Spoiler Kill Heel Episode 10: Kim Sung Ryung Menghadapi Perselingkuhan Lee Hye Young dan Jeon No Min

Dalam acara yang digelar secara daring “Global Deal High Level Conference: A Better Future for Essential Workers” pada Rabu 7 April 2022 kemarin malam.

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Tenaga Kerja dan Keselamatan Kesehatan Kerja (Binwasnaker & K3) mewakili Menaker Ida Fauziyah, saat menjadi panelis dalam acara tersebut menjelaskan “dibutuhkan keseimbangan peran dan tanggung jawab.

Dibutuhkan dialog sosial untuk menjadikan K3 sebagai budaya di tempat kerja, menjadikan K3 sebagai kebutuhan dasar, " katanya.

Baca Juga: Seorang Anak Tenggelam di Sungai Cimalaka Kab Garut, Kantor SAR Bandung Kerahkan Tim Rescue

Haiyani Rumondang menjelaskan perihal mengatasi pandemi COVID-19, bahwa isu K3 menjadi semakin penting dan krusial.

Penerapan K3 dalam lingkungan perusahaan dapat memberikan peranan strategis dalam menghadapi pandemi COVID-19 di tempat kerja karena pokok dasar pencegahan dan penanggulangan COVID-19 (protokol kesehatan) sangat berdampingan dengan pedoman penerapan K3 dalam sebuah perusahaan.

"Perusahaan yang telah menerapkan K3 terbukti lebih siap menghadapi pandemi COVID-19. Dalam situasi ini, terlihat bahwa K3 merupakan salah satu faktor yang mendukung kelangsungan usaha meskipun dalam situasi yang sulit,”ucap peraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi Konsentrasi Kebijakan Publik dengan menyabet gelar dengan yudisium Cum Laude.

Baca Juga: Contoh Pidato Persuasif Tema Semangat Nasionalisme Generasi Muda dalam Membangun Bangsa

Haiyani juga mengatakan Indonesia sejak tahun 1987 memandang perlu kepada perusahaan dengan pekerja lebih dari 100 orang atau perusahaan dengan tingkat bahaya besar diwajibkan untuk membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) di dalam perusahaan yang anggotanya adalah perwakilan pekerja dan pengusaha.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat