vissaventure.com

Peluncuran Buku "Gibran The Next President" di Solo: Kontroversi Masyarakat Mengiringi Acara - News

Peluncuran Buku  (X @timpenguinnas   )


 – 
 Buku "Gibran The Next President" karya Ahmad Bahar yang berisi tentang sosok wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, diluncurkan di Solo, pada Jumat (14/6/2024).

Peluncuran buku "Gibran The Next President" menarik perhatian masyarakat, tetapi juga disertai dengan kontroversi.

Penulis buku "Gibran The Next President", Ahmad Bahar, menggelar talkshow sekaligus bedah buku teranyarnya berjudul “Gibran The Next President” di Bale Merapi, Jalan raya Ngebo, Wonorejo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman pada Jumat (31/05/2024) malam.

Dalam acara tersebut dihadirkan, Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Dr. Abdul Ghoffar sebagai narasumber pembedah. Ghoffar menuturkan bahwa buku ini menarik untuk disimak karena memunculkan sosok lain dari seorang Gibran yang jarang diungkap ke publik.

Dia juga mengungkapkan bahwa dalam buku ini, penulis memunculkan fenomena posdistopia, yakni pemuda diharapkan untuk melakukan banyak hal, namun di sisi lain tidak disukai jika melakukan banyak hal.

Buku ini juga membahas tentang budaya Jawa dan bagaimana Gibran digambarkan beberapa kali melanggar tradisi dan budaya Jawa.

Penulis berusia 60 tahun ini menjelaskan bahwa dalam budaya Jawa ada banyak ungkapan yang memiliki makna luhur dan tradisi budaya yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

Bahar menegaskan bahwa Gibran bukan sosok yang ‘distir’ atau dikendalikan oleh ayahnya, Presiden Jokowi. Sejauh yang ia tahu, Gibran adalah pribadi yang independen dan tidak mudah diatur-atur, bahkan oleh seorang Jokowi.

Namun, kontroversi masyarakat terhadap buku ini tidak dapat dihindari.

Baca Juga: Wakil Bendahara TKN Prabowo-Gibran, Simon Aloysius Mantiri, Diangkat sebagai Komisaris Utama Pertamina

Beberapa orang menganggap bahwa buku ini berisi tentang upaya Gibran dalam memenangkan kontestasi Pilpres 2024, padahal sesungguhnya membahas soal Gibran sebagai peristiwa budaya.

Pakar hukum tata negara Refly Harun mengatakan bahwa kecakapan Gibran yang disebut oleh Ahmad Bahar sebagai presiden masa depan bakal diuji ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak lagi menjabat.

"Saya tidak skeptis melihat Gibran Rakabuming Raka. Mungkin saja dia ratu adil, satrio piningit. Tapi problem kita itu bukan di orangnya, tapi di sistem pemilihannya," kata dia dalam siniar bertajuk "Belum Apa-Apa Sudah Ada Buku 'Gibran The Next President' Memang Layak?!" yang disiarkan oleh kanal Youtube Refly Harun.

Dalam siaran tersebut, Refly Harun juga mengadakan jajak pendapat atau polling terkait kepatutan Gibran yang disebut sebagai presiden masa depan.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat