vissaventure.com

Pentingnya Meningkatkan Rasio Pajak untuk Memenuhi Janji Politik: Tantangan bagi Presiden Terpilih - News

Prabowo Menaikkan Rasio Hingga Capai 12% yang Bertujuan Untuk Mewujudkan Seluruh Janji Politiknya

- Direktur Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Yusuf Wibisono, menekankan pentingnya peningkatan rasio pajak menjadi sekitar 12% dari Produk Domestik Bruto (PDB) bagi Presiden terpilih RI, Prabowo Subianto.

Menurut Yusuf, peningkatan ini krusial untuk memenuhi janji-janji politik yang telah diutarakan selama kampanye.

Peningkatan rasio pajak akan memberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk melaksanakan program-program pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Namun, Yusuf juga mengakui bahwa upaya untuk mencapai target rasio pajak ini akan sangat menantang.

Baca Juga: Kepala BSSN Sebut Pada 2023 Sudah Diprediksi Akan Ada Serangan Siber di 2024

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI hanya berani menetapkan target rasio pajak sekitar 10,0-10,2% dari PDB pada tahun 2025.

Target yang lebih rendah ini mencerminkan keraguan dan tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan pendapatan pajak di tengah kondisi ekonomi yang berfluktuasi.

Tanpa kenaikan pajak yang signifikan, konsekuensi yang mungkin terjadi adalah peningkatan utang pemerintah dan defisit anggaran, atau pengurangan belanja non-prioritas.

Baca Juga: Masalah Server PDN Berkepanjangan, Menkominfo Budi Arie Didesak Mundur dari Jabatan

Peningkatan utang dapat membebani anggaran negara dan mengurangi kemampuan pemerintah untuk berinvestasi dalam sektor-sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Persepsi pasar terhadap sikap Prabowo yang cenderung toleran terhadap utang juga dapat memperburuk risiko fiskal.

Yusuf mengungkapkan bahwa keinginan Prabowo untuk meningkatkan rasio utang pemerintah yang saat ini berada di sekitar 38% dari PDB menjadi 50% PDB dapat memperparah situasi fiskal negara.

Baca Juga: Patrick Sugito Walujo Lakukan Pembelian Saham GOTO Keempat Kalinya, Nilai Transaksi Capai Rp5,02 Miliar

Rasio utang yang lebih tinggi berpotensi menurunkan kepercayaan investor dan menambah beban bunga utang yang harus dibayar oleh pemerintah setiap tahunnya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat