vissaventure.com

Fahri Hamzah Beri Dukungan Pada Yusril Bela Moeldoko Gugat AD ART Partai Demokrat - News

Fahri Hamzah (google)

- Dengan ditunjuknya Yusril Ihza Mahendra menjadi Kuasa hukum dari Partai Demokrat kubu dari Moeldoko, menuai banyak komentar dari berbagai pihak, salah satunya ialah Fahri Hamzah mantan Wakil Ketua DPR.

Ditunjuknya Yusril sebagai Kuasa hukum kubu Moeldoko agar mengajukan judicial review ke Mahkamah Agung, supaya dilakukan pengujian formil dan materil terhadap AD/ART Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono.

Melalui akun Twitter pribadinya, Fahri Hamzah berterus terang pernah menjadi korban dari AD/ART parpol akibat dampak dari UU Partai Politik yang menurut Fahri kurang sempurna atau cacat.

"Saya pernah jadi korban AD/ART parpol produk UU parpol yang ada cacat di dalamnya. Setidaknya kurang sempurna," Ujar Beliau, dikutip  dari akun Twitter @Fahrihamzah pada Jumat, 24 September 2021.

Baca Juga: Wagub DKI Ahmad Riza Partia Ingatkan Giring Harus Bijak, Jangan Saling Tuduh

Karena itu, Fahri bisa mengerti dengan sikap Yusril Ihza Mahendra yang akan dampingi kubu dari Demokrat Moeldoko untuk mengajukan judicial review ke Mahkamah Agung dengan Termohon Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

"Maka saya bisa mengerti bahwa prof. @Yusrilihza_Mhd melakukan gugatan," Tulis Beliau.

Selanjutnya, Wakil Ketua Umum dari Partai Gelora Indonesia tersebut menilai, jika demokratisasi partai politik dinilai tidak penting, maka demokrasi akan dibiarkan hancur berkeping-keping.

Baca Juga: Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Menghadapi Perang Supremasi AS-China di  Laut China Selatan

"Kalau partai politik menganggap #DemokratisasiParpol tidak penting maka secara sistemik kita akan membiarkan demokrasi kita hancur berkeping," Lanjut Fahri.

Beliau menyampaikan bahwa partai politik merupakan tulang punggung dari pengelolaan negara.

Karenanya, jikalau partai politik hancur, maka Negarapun dapat hancur.

Baca Juga: Rocky Gerung Sebut PSI Partai Sachetan Itu, Goreng Anies Baswedan Tak Berguna

"Parpol adalah tulang punggung pengelolaan negara. Hancur parpol hacur tulang punggung. Kayak apa jadinya kawan? Tanda2 itu mendekat," tegasnya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat