vissaventure.com

Kolaborasi NCT dengan Starbucks Tuai Boikot Penggemar - News

Produk kolaborasi NCT dengan Starbucks

- Grup K-pop NCT kembali menjadi sorotan, kali ini bukan karena karya terbarunya, melainkan karena kolaborasinya dengan Starbucks.

Kolaborasi tersebut sempat diboikot oleh fans NCTzens karena Starbucks dikaitkan dengan produk yang diboikot terkait konflik Palestina.

Para penggemar kecewa dengan keputusan agensi NCT, SM Entertainment, yang berkolaborasi dengan Starbucks.

Mereka mengharapkan Starbucks untuk mendukung entitas pro-Israel dalam konflik Israel-Palestina.

Baca Juga: Dugaan Penggelapan Dana oleh Letda R di Birigif 3/TBS Maros

Hal ini menimbulkan kemarahan di kalangan penggemar, terutama dari negara-negara Arab dan Asia Tenggara.

Seorang penggemar Indonesia dengan akun X @NCTzenID13 mengungkapkan kekecewaannya: "Sangat kecewa dengan kerja sama SM Ent dengan Starbucks. Sebagai NCTzen, saya tidak bisa mendukung produk yang mendukung penindasan terhadap rakyat Palestina."

Kekecewaan penggemar tidak hanya diungkapkan di media sosial, tapi juga di dunia nyata.

Baca Juga: Polusi Udara Di Jakarta Mencapai Level Mengkhawatirkan Pada Jumat Pagi

Di Korea Selatan, penggemar mengirimkan mobil boikot di depan toko Starbucks terbesar di Seoul.

Aksi ini menunjukkan betapa seriusnya penggemar terhadap kolaborasi ini.

Menanggapi boikot tersebut, SM Entertainment akhirnya mengeluarkan penjelasan.

Baca Juga: Dedolarisasi: Upaya Negara-Negara Dalam Mengurangi Ketergantungan Pada Dollar AS

Dalam keterangan resminya, SM Entertainment menyatakan tidak memiliki afiliasi politik dan menghormati semua agama dan budaya.

SM Entertainment juga mengklarifikasi bahwa kerja sama dengan Starbucks hanya untuk mempromosikan musik NCT ke khalayak yang lebih luas.

Meski SM Entertainment mengeluarkan klarifikasi, boikot penggemar masih terus berlanjut. Hal ini menunjukkan bahwa isu politik dan sosial masih menjadi perhatian terbesar para penggemar K-Pop.

Kolaborasi NCT dengan Starbucks menjadi contoh bagaimana industri K-pop tidak hanya berfokus pada musik dan hiburan, namun juga terlibat dalam isu sosial dan politik.***

Penulis: Anita Nuraini Rahayu

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat