vissaventure.com

Bertahun-Tahun Juara! Australia Open 2024 menjadi Final ke 77 Hendra Setiawan - News

Final ke-77 Hendra Setiawan

Hendra Setiawan telah mencapai final yang ke 77 dalam karir nya di Badminton Dunia. 

Prestasi yang sangat menakjubkan dan luar biasa, Hendra Setiawan meniti karir di dunia Badminton selama kurang lebih sekitar 23 tahun.
 
Final pertama dalam karir Hendra Setiawan dimulai dari tahun 2002 di Singapore Satellite dengan pasangannya bersama Joko Riyadi di usianya yang masih 17 tahun. 
 
Final Australia Open 2024 menjadi salah satu rekor yang belum dimiliki oleh atlet badminton dunia manapun.
 
 
Dari prestasi yang luar biasa itu juga tidak terlepas dari pasangan yang juga sama kerennya, memiliki smash kencang dan mereka berjuang bersama dengan luar biasa, Mohammad Ahsan. 
 
Usai kekalahan nya dengan pasangan asal China, He Ji Ting dan Ren Xiang Yu dengan skor 11-21, 10-21.
 
Sehingga dengan hasil itu, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan yang akrab disapa The Deddies kini harus puas dengan gelar runner up pertamanya di tahun 2024.
 
 
Meski menjadi Runner up dalam  turnamen Australia Open 2024, Hendra Setiawan dan pasangannya, Mohammad Ahsan merupakan salah satu legenda badminton Indonesia dan dunia.
 
Setelah beberapa bulan ke belakang kalah di babak awal, bulan Juni 2024 ini mereka mampu membuktikan bisa ke final Australia Open 2024.
 
The Deddies merupakan salah satu pasangan yang paling konsisten setidaknya dalam setahun selalu mencapai final dan menduduki podium baik itu podium winner ataupun Runner up.
 
 
Takluk atas pemain asal China, He Ji Ting dan Ren Xiang Yu merupakan kali kedua pertemuan mereka dalam ajang BWF World Tour.
 
Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan belum pernah berhasil mengalahkan pemain asal China tersebut.
 
Perjalanan karir mereka di tahun 2024 tidaklah mudah, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan atau The Deddies seringkali kalah di babak awal.
 
Namun mereka tidak pantang menyerah untuk terus membuktikan bahwa mereka masih bisa bersaing sampai final diusianya yang sudah tidak muda lagi.
 
Dengan hasil tersebut, membuat banyak penggemar atau pecinta badminton merasa senang dan terharu. 
 
Masih bisa menyaksikan mereka berdua (The Deddies) di ajang BWF World Tour sudah menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi para pecinta badminton Indonesia dan dunia.
 
"Jangan lihat kalahnya.. Tapi..... masuk final umurnya berapa.. Lihat dedikasi mereka bisa bertahan sampai sekarang... Yes.. The one and only.. The trully lagend.. Terima kasih The Deddies.." tulis penggemar badminton @mur**** dikolom komentar Instagram @badminton.ina
 
Sungguh banyak para pecinta badminton Indonesia turut kagum sama mereka, bahkan sebagian besar dari para pecinta badminton Indonesia berharap untuk The Deddies tidak cepat-cepat pensiun dari dunia badminton.
 
"Runner up is not that bad, S 500 di umur segitu dan banyak pukulan dan defense ajaib udh another level of badminton player. Yakin masih bisa podium tertinggi kok! CBS deddies, jangan dulu pensiun ya" tulis salah satu penggemar badminton @juliafr***** 
 
Keunggulan nya, keramahanya, dan sikap yang baik ditunjukkan oleh seorang The Deddies di mata dunia. The Deddies layak dijadikan sebagai salah satu role model bagi para pemain-pemain lainnya di seluruh dunia.
 
Kekalahannya di Australia Open 2024 melawan He Ji Ting dan Ren Xiang Yu juga bukan sebuah prestasi buruk bagi deddies sendiri. Mereka sudah banyak memberikan sumbangsih atau dedikasi terbaik dalam karirnya di dunia Badminton.
 
Jarak usia yang begitu jauh dari lawan asal China tersebut juga merupakan salah satu faktor kekalahannya di turnamen Australia Open 2024.
 
"Mengucap syukur alhamdulillah sudah berada di final walaupun hasilnya kalah. Untuk permainan tadi kami memang kalah segalanya. Terutama kami kalah di tenaga. Kalah juga di kecepatan." Mohammad Ahsan dalam wawancara nya bersama PBSI.
 
Merasa bersyukur ada di final dan mengakui keunggulan lawan mainnya tersebut.
 
Turnamen Australia Open 2024 juga membawa 3 finalis Badminton Indonesia dari sektor Women Double yaitu Amalia Cahya Pratiwi dan Febriana Dwipuji Kusuma serta Women Single yaitu Ester Nurumi Tri Wardoyo.
 
Untuk Women Double berhasil meraih juara usai mengalahkan wakil asal Malaysia, Lai Pei Jing dan Lim Chiew Sien dengan skor ketat 12-21, 21-7, 21-13. 
 
Sedangkan Ester Nurumi Tri Wardoyo harus puas dengan gelar Runner up setelah dikalahkan oleh pemain asal Jepang, Aya Ohori.
 
Dengan prestasi yang ditorehkan oleh badminton Indonesia di turnamen Australia Open 2024 ini tentunya diharapkan dapat memberikan hawa yang positif untuk mendapatkan hasil yang terbaik di setiap turnamennya serta untuk menjadi sebuah motivasi bagi sektor yang lainnya. ***
 
Penulis: Alvioni Salsabilla Pramardini

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat